Akhir2 ini lagi suka cengeng nangis sendiri di kantor, ga di depan kompi, ga habis sholat bawaan nangis mulu...(cengeng.com ceritanya). Selalu aja mengharu biru kalo baca blognya teh Inong (alm) sedih bgt bayangin zidan dan syifa yang begitu di sayang dan dicinta bunda harus ditinggalin di usia yg sangat mudaaaaaaa ( nagis lagi......hiks), jadi inget anak2 terus di kantor, jadi tambah sayang ma mereka, baca dan ngerasain sayangnya bunda inong ma zidan dan syifa (lewat tulisan2 di blognya). Huhuhu bunda....aku ga kenal ma sekali ma bunda tapi tulisan2 bunda sangat menggugah hati aku :( betapa sekarang aku jadi lebih merasakan berharganya waktuku bermain bersama anak2 sepulang kantor, betapa aku merasakan bahwa setiap permintaan mereka (yg kadang merepotkan) adalah anugerah tak terkira dari Allah SWT, terimakasih bunda, cerita bunda tentang anak2 begitu tulus.
Aku ngga serajin bunda inong yang selalu mengabadikan setiap mimik, gerak, dan laku anak2nya lewat foto2 dan tlisan yang lugas, aku ga sepinter bunda inong yang rajin buat penganan kecil buat anak2nya di sore hari, karena dari pagi sampai sore aku di kantor, jauh dari mereka. Tapi sejak belajar dari bunda bagaimana mengungkapkan cinta pada anak2 jadi lebih mudah bagiku bermain bersama mereka sehabis kerja walau pun hari itu sangat melelahkan, karena sesungguhnya anak2lah yang selalu membuat enanrgi kita full untuk melakukan apapun juga :).
Terimaksih ya bunda, walau tak sempat bertegur sapa, aku cinta bunda, cinta zidan dan syifa, dan aku lebih mencintai lagi anak2ku lebih dalammmmm, lebih kuatttt, lebih besar dari sebelumnya, mencoba lebih kugas ungkapkan sayang dan cinta pada mereka, aku berdoa pada yg Diatas agar aku bisa diberi kesempatan mengurus anak2ku sampai mereka besar, dewasa, matang kalau mungkin sampai mereka beranak cucu.
Sayang dan cintanya bunda mengingatkan aku pada Papaku (alm) betapa ia juga sangat mncintai kami anak2nya sampai akhir hayatnya, dia juga meninggal mendadak, ( hanya 1 hari sakit demam) sayangnya papa tak bisa digantika siapapun, tapi sayangnya lah yang buat kami semua anak2nya lebih tegara dan dewasa..thank ya Pa, untuk semunya, sekarang sehabis sholat aku juga berdoa untuk binda inong selain papa, selamat jalan orang2 tercinta...cinta kami tak pernah lekang walau kadang tak tergambar dan tak sempat terucap.
Bunda Inong, Papa
Dua sosok yang luar biasa
Dua sosok yang sangat kucinta
Belaian bunda lewat tulisan2 manjanya untuk zidan dan syifa
Kasih Papa yang tak pernah lekang oleh masa
Keduanya telah masuk ke dalam hati
dan kukunci
Kusembunyikan kuncinya karena ku tak ingin ada yg mengambilnya
Karena aku sdh terlanjur ....
Cinta keduanya
Dari papa kubelajar mencinta dan sabar
Dari bunda kubelajar mengungkap cinta
indahnya jika aku bisa mengungkap cintaku dan sabar ku pada anak2ku
Lampung
15/9/2006
Libryana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar